GURU KEHIDUPANKU


April,30,2013’19.00AM                                                                                          
For Everyone
 

Berbincang tentang jasa guru, bagai berbicara tentang nafas kehidupanku. Karena aku menyadari, tanpa guru apalah arti seorang NANIN. Tak berayah-ibu pendidik atau terdidik, tak berlingkungan yang mendidik.
Bagiku semua guru baik yang mengajar di sekolah formal maupun guru di sekolah non formal telah menempati masing-masing bilik di ruang hatiku. Dan bisa jadi ruang-ruang hati itu akan terisi kembali oleh sosok-sosok guru yang akan datang di kemudian hari. Wallohu a’lam.
Namun, dalam perjalanan hidupku, kenangan yang paling menoreh jiwa adalah sosok guruku semasa SD. Utamanya ketika kelas tiga SD. Ibarat pahatan, ia telah tercetak sedemikian dalam, hingga masa yang berganti sedemikian lama pun tak mampu memburamkan jejak pahatan tersebut.

 Mengenang sosokku yang tak juga pintar membaca dan menulis.
“Hayooo, … lihat di papan tulis, Nin. Perhatikan baik-baik.” Penunjuk yang terbuat dari bilah bambu sederhana itu mengetuk-ngetuk papan tulis hitam yang sudah memudar warnanya. Perhatianku pun terpateri pada tulisan yang ditunjuk oleh Bapak Guru yang baik hati tersebut.
“Coba baca lagi, … iiii…. kaaaaaannn.” Beliau mengeja dengan suaranya yang lantang.
“Ikan, … ‘ika’ ditambah ‘n’. Di baca, … iiiikaaaannnnnn.” Ekspresi beliau begitu lekat dalam ingatanku. Berdiri tegak merapat ke papan tulis, kepala beliau menengokku, mempertahankan kontak mata denganku, hingga beliau yakin bahwa aku paham.

Tidak sampai disitu saja, kerena tak juga bertambah kepandaianku, selama satu tahun diriku tidak diperbolehkan istirahat seperti teman-temanku. Setiap hari disekolah diriku wajib terus menerus belajar membaca dan menulis.
Yah,.. sejak itu, logikaku terbuka seluas-luasnya. Kesulitanku dalam membaca dan menulis huruf mati terurai sudah. Sejak itu, serumit apapun tulisan, baik yang berbahasa asli Indonesia maupun yang berbahasa serapan, aku lancar membacanya.

Beliaulah guruku di kelas tiga SD. Sebuah SD Negeri yang jauh berada di pelosok pedesaan, bertempat di sebuah desa di kabupaten karanganyar,Jawa Tengah, di daerah yang terpagari pegunungan menghijau, yang di ujung matahari terbit selalu tampak semampainya kaki-kaki gunung lawu yang memberikan mata air tak kenal kering sepanjang waktu.

Bapak Sukimin, begitu kami memanggilnya. Hingga hayat dikandung badan, Insya Allah aku tak akan bisa melupakannya. Tanpa beliau, kakiku tak akan sampai di pijakan ini. Menjelajah dunia pengetahuan, berbekal logika penulisan ‘ikan’.

Tentu sejatinya tak sesederhana itu. Pola didik yang berangkat dari hati, yang berdasar pada eloknya pribadi, telah memberikanku pijakan asasi yang mampu memberiku motivasi untuk belajar, bertahan dan memenangkan pertarungan antara tetap berjuang atau berhenti di tengah jalan.
Mengapa demikian?Karena aku bukanlah seseorang yang terlahir dari kalangan terdidik, atau kalangan yang berlimpah uang. Kedua orangtuaku hanyalah petani miskin, yang sering dicibir karena hasrat anaknya untuk menuntut ilmu bak tak mengerti realita.
Masih inggat kata-kata ibu 25 tahun yang lalu “Nduk, … beberapa waktu yang lalu, Simbok bertemu dengan Pak Sukimin di pasar. Beliau bertanya di mana kamu sekolah. Setelah Simbok beritahu, beliau berkata : Nanin memang anak yang pintar, titip pesan supaya terus lanjutkan sekolahnya. Jangan putus di tengah jalan.” Begitu Simbokku pernah menceritakan ketika aku masih duduk di bangku SMA.

Sekarang diriku adalah seorang guru, akan tetapi beliaupun sampai sekarang masih memberikan energi padaku untuk menjadi pemenang…, ketika aku merantau jauh dari tanah kelahiran.

Bagimu para guruku … semoga Allah SWT berkenan menyempurnakan segala kekuranganmu, untuk kemudian mulia ketika berada di sisi Rabbmu. Aamiin.

4 responses to “GURU KEHIDUPANKU

  1. Lama Gak Posting Bu…,.,.,
    Masih Ingat Saya Nggak Bu,.,.,
    Saya Anak SMPN 1 Genteng Dari Kelas 8E yang Sampean Ajari IPS Dulu.,.,
    Kata Anak2, Kita ebih Paham Jika Diajari Oleh Ibu Nanin,,,.,
    Makasih Ya Bu.,.,.,
    Dan Kami Semua Minta Ma’af Bila Banyak Kenangan Yang Tak Berkenan…,.,
    Aku Mewakili Permintaan Ma’af Temanku temanku.,.,
    Ma’afkan Kami…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s